Laman

Minggu, 14 April 2013

puisi cinta paling romantis

KANGEN

 Ku buka mata hati..
 Kau dekat disini..
 Walau jauh dari raga ini..
 Namun ku menanti hingga akhir..

 Kerinduan begitu pekat dalam hati..
 Tak sanggup untukku menahan sedih..
 Saat kau tak ada disisi..
 Dan ku hanya menanti..

 Kau di hatiku..
 Adalah senandung kalbu..
 Yang tetap terdengar..
 Dalam pekatnya rindu..

 Hanya penantian ..
 Menanti kau pulang..
 Kembali disini..
 Untukku yang kau cinta..

 Waktu terus bergulir..
 Silih berganti..
 Tapi aku hanya bisa menunggu dan menanti..
 Kau datang padaku kasih..
CINTA ABADI

 Setetes cinta ini..
 Ingin ku beri padamu..
 Kesetiaan Suci penuh kasih..
 Kan kupertahankan Untukmu..

 Tak kan ingkar dalam Hati..
 Untuk setia berbagi..
 Demi cinta suci..
 Kaulah cinta sejati..

 Walaupun di dunia tak ada keabadian..
 Tak membuat ku gentar..
 Untuk tatap mencinta..
 Hingga Akhir ayat..

 Dunia bisa hancur..
 Daun bisa gugur..
 Tapi satu hal yang abadi untuku..
 Cintaku padamu..
RINDU TERDALAM

 Kutemukan cinta..
 Diantara banyaknya bintang..
 Yang ada di angkasa cinta..
 Namun dia jauh disana..

 Cinta kita menjadi satu..
 Namun engkau jauh..
 Dari pandanganku..
 Ku hanya terdiam termenung..

 Kurasakan nafasmu..
 Kurasakan getar jantungmu..
 Kurasakan manjamu..
 Menjadi sebuah rindu bagiku..

 Saat aku duduk..
 memandang bintang di angkasa..
 Entah kenapa air mata..
 Jatuh membasahi wajah..

 Rindu yang menyesakan dada..
 Terlalu dalam di jiwa..
 aku tak tahu mengapa..
 Bisa terlalu cinta..

 Kasih kau begitu jauh dimata..
 tapi kau bagaikan nyawa..
 Dalam hati terdalam..
 Dan tak tergantikan..

BANGKIT UNTUK SAHABAT

 Tinggalnya aku gelap..
 Hingga aku tak ingat..
 Semua kenangan..
 Tersungkur aku jatuh ke tanah..

 Butiran hujan ..
 Jatuh ke tanah..
 Membasahi tubuh tak bernyawa..
 Hidupku menuju gelap..

 Tak terasa apapun..
 Aku berlari tanpa ujung..
 Inikah hari kematianku..
 Aku hanya bisa termenung..

 Kulihat sebuah gerbang..
 Disana ada malaikat penjaga..
 Dan ku berusaha masuk ke dalam..
 Namun mereka menghalang..

 Akhirnya sang malaikat berkata..
 “kau bukan saatnya kemari manusia”
 “mengapa??” Tanyaku dalam hati..
 “Karena mereka menunggumu untuk bangkit”

 Saat itu silau cahaya muncul..
 Sangat terang hingga aku melihat langit biru..
 Aku tersadar dalam mimpiku..
 Ternyata masih ada sahabat yang setia padaku..

RINDUKU

 * kasih..
 Kerinduan hati..
 Terendap dalam mimpi..
 Ku coba pandangi langit..
 Melihat kau disini..

 Udara pagi..
 Laksana wangi tubuhmu..
 Hangatnya mentari..
 Bagaikan pelukan hangatmu..

 Kasih yang kau beri..
 Tak sia di hati..
 Ku beri cinta ini..
 Untuk kau jaga sepenuh hati..

 Jika Rindu merasuk Hati
 Hiruplah udara pagi..
 Rasakanlah kasih..
 Aku disini menanti..

AKU DAN CINTAKU

 Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan
 berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau
 bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam
 hidupmu hari ini atau kemarin……
 Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja …….

 AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada
 sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,tetapi engkau terlalu sibuk ………
 Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa
 melakukan apapun. Kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU
 berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.

 AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar
 sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu
 sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

 Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin
 engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa
 engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya


 Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara
 kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan- akan
 banyak hal yang harus kau kerjakan.

 Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan
 banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya
 menikmati acara yg ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat
 engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut.

 Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.

 AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.

 Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti
 dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk
 menyapaKU …….Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba …… tak juga kau menyapaKU.

 Subuh …….. Dzuhur ……. Ashyar ……….Magrib ……… Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU…..tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU………
 Apa salahKU padamu …… wahai UmmatKU?

 Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU
 relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah
 hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU …………!

 Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat
 engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU
 …… Yang selalu menyertaimu setiap saat ……..

Tidak ada komentar: